Senin, 28 November 2011

Pengertian Pengambilan keputusan

Pengertian Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan sangat penting dalam manajemen dan merupakan tugas utama dari seorang pemimpin (manajer). Pengambilan keputusan (decision making) diproses oleh pengambilan keputusan (decision maker) yang hasilnya keputusan (decision).

Defenisi-defenisi Pengambilan Keputusan Menurut Beberapa Ahli :
G.R.Terry

Pengambilan keputusan dapat didefenisikan sebagai “pemilihan alternatif kelakuan tertentu dari dua atau lebih alternatif yang ada”. 

Harold Koontz dan Cyril O’Donnel

Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara alternatif-alternatif mengenai sesuatu cara bertindak—adalah inti dari perencanaan. Suatu rencana dapat dikatakan tidak ada, jika tidak ada keputusan suatu sumber yang dapat dipercaya, petunjuk atau reputasi yang telah dibuat.

Theo Haiman

Inti dari semua perencanaan adalah pengambilan keputusan, suatu pemilihan cara bertindak. Dalam hubungan ini kita melihat keputusan sebagai suatu cara bertindak yang dipilih oleh manajer sebagai suatu yang paling efektif, berarti penempatan untuk mencapai sasaran dan pemecahan masalah.

Drs. H. Malayu S.P Hasibuan

Pengambilan keputusan adalah suatu proses penentuan keputusan yang terbaik dari sejumlah alternative untuk melakukan aktifitas-aktifitas pada masa yang akan datang.

Chester I. Barnard

Keputusan adalah perilaku organisasi, berintisari perilaku perorangan dan dalam gambaran proses keputusan ini secara relative dan dapat dikatakan bahwa pengertian tingkah laku organisasi lebih penting dari pada kepentingan perorangan.
Pengambilan keputusan adalah tindakan manajemen di dalam pemilihan alternatif untuk mencapai sasaran. Kegiatan dilaksanakan setelah keputusan diambil.Keputusan yang dilakukan oleh manajer tingkat atas sifatnya adalah rutin dan berulang - ulang yang disebut dengan istilah terprogram (programmed) atau keputusan terstruktur (structured decision). Terprogram bukan berarti keputusan dibuat oleh komputer dengan melalui suatu program komputer,tetapi berupa suatu kumpulan prosedur yang dilakukan berulang - ulang.Keputusan pada tingkat yang lebih tinggi sifatnya lebih tidak terprogram atau lebih tidak tertruktur,Secara ringkas, keputusan oleh manajemen dapat diklasifikasikan ke dalam tiga tipe, yaitu sebagai berikut :
1. Keputusan tidak terprogram atau tidak terstruktur
2.Keputusan setengah terprogram atau setengah terstruktur
3.Keputusan terprogram atau terstruktur 
Keputusan terprogram/keputusan terstruktur : keputusan yg berulang2 dan rutin, sehingga dapt diprogram. Keputusan terstruktur terjadi dan dilakukan terutama pd manjemen tkt bawah. Co:/ keputusan pemesanan barang, keputusan penagihan piutang,dll.

Keputusan setengah terprogram / setengah terstruktur : keputusan yg sebagian dpt diprogram, sebagian berulang-ulang dan rutin dan sebagian tdk terstruktur. Keputusan ini seringnya bersifat rumit dan membutuhkan perhitungan2 serta analisis yg terperinci. Co:/ Keputusan membeli sistem komputer yg lebih canggih, keputusan alokasi dana promosi.

Keputusan tidak terprogram/ tidak terstruktur : keputusan yg  tidak terjadi berulang-ulang dan tidak selalu terjadi. Keputusan ini terjadi di manajemen tingkat atas.  Informasi untuk pengambilan keputusan tdk terstruktur tdk mudah untuk didapatkan dan tdk mudah tersedia dan biasanya berasal dari lingkungan luar. Pengalaman manajer merupakan hal yg sangat penting didalam pengambilan keputusan tdk terstruktur. Keputusan untuk bergabung dengan perusahaan lain adalah contoh keputusan tidak terstruktur yg jarang terjadi.



PROSES PEMBUATAN KEPUTUSAN
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam pembuatan keputusan:
1.Pemahaman dan merumuskan masalah
            Hal ini harus diketahui permasalahan/kondisi apa yang sedang terjadi dan menentukan hal yang harus dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
2.Pengumpulan dan analisa data
            Setelah mengetahui permasalahanya dibuatlah rumusan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada sesuai dengan data yang diterima.
3.Pengembangan Alternatif
            Memungkinkan menolak kecenderungan membuat keputusan yang cepat agar tercapai keputusan yang efektif.
4.Evaluasi Alternatif  yang Dipergunakan
            Menilai efektivasi alternatif,apakah sesuai dengan tujuan yang telah dibuat.
5.Pemilihan Alternatif Yang Baik
            Didasarkan pada informasi yang diberikan kepada manager dan ketidaksempurnaan yang diambil oleh manager
6.Implementasi Keputusan
            Manager harus menentukan anggaran,mengadakan dan mengalokasikan sumber daya yang diperlukan dan menegaskan tanggung jawab pada pelaksana tugas dengan mempertimbangkan resiko yang mungkin diambil dalam keputusan.
7.Evaluasi Atas Hasil Keputusan
            Implementasi yang diambil harus selalu dimonitor terus menerus,apakah berjalan lancar dan sesuai dengan tujuan yang sudah dirumuskan.
KETERLIBATAN BAWAHAN DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN
Keterlibatan bawahan dalam pengambilan keputusan juga diperhitungkan karna bawahan mempunyai beberapa rumusan dalam pengmbilan keputusan .meskipun dalam hal ini bawahan memiliki andil dalam pembuatan keputusan tetapi yang menentukan keputusan tetaplah manager dengan memperhitungkan baik buruknya keputusan yang sudah dirumuskan.


sumber:
http://www.scribd.com/doc/13564609/Makalah-Pengambilan-Keputusan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar